MAJELIS ISTIQOMAH MALEM JUM’AT

Kutipan

╔═ 🇮🇩 ════❁ ﷽ ❁════ 🇮🇩 ═╗

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

📣HADIRILAH & SYIARKANLAH📣

MAJELIS ISTIQOMAH, MALAM JUM’AT
*MAJELIS ASSHOFA NURUSSALIM*
(LIL AL HABIB MUHAMMAD BIN UMAR AL ATTHOS)

📹✔️ Acara Insya Allah Dihadiri Oleh:
🔸Dewan Guru Majelis Asshofa Nurussalim
🔸Beserta Para Habaib & Alimil Ulama yang Lainnya
✔️ Acara Insya Allah Akan Berlangsung Pada:
🔸📆 Tanggal /Hari/Waktu :
26 Desember 2019
(Hari Kamis Malam Jum’at)
Ba’da Isya Jam 19:30 s/d Selesai.
🔸🕌 Lokasi :
Markaz Majelis Asshofa Nurussalim
Jl.Kebon Jeruk 13 No.20 Rt.12/Rw.05 Kec.maphar Kel.Tamansari Jakarta Barat
🌎 Maps Majelis Asshofa Nurussalim
https://maps.app.goo.gl/oeAix

📖 Pembacaan:
🔸Tawassul para awliya Allah
🔸Ratib Al Atthos (Alhabib Umar bin Abdurahman Al Atthos)
🔸Maulid Asshorobut Thohur ( Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz)
📖 Pembahasan :
🔸Kitab Arba’in An Nawawi
🔸Al Miftah Bab An Nikah

🎼🎵🎶 SPESIAL, SYIAR DAN SYAIR QOSIDAH BY TEAM ASSHOFA
==============================

Acara Untuk Umum Ikhwan (Pria).
Semoga kita yg menghadirinya mendapatkan keberkahan dunia akhiroh dan mendapatkan Syafa’at Hadrotur Rosul Saw, Aamiin Allohumma aamiin.

Mohon ma’lumat ini antum sebarluaskan lagi di semua jejaring sosial sehingga sdr-sdri kita muslim dan muslimah bisa ikut serta meraih keberkahan dunia wal akhiroh.

💻 Website Resmi :
https://asshofanurussalimjakarta.video.blog/
🎬 Official Sosial media Facebook:
*Majelis Asshofa Nurussalim*
🎬Official Sosial media Instagram:
@asshofanurussalimmajelis
@istana151asshofa

Peduli Majelis Asshofa Nurussalim:
💳 BCA 0830095322
a/n Riko Nugroho
Konfirmasi Transfer ke
Sdr. Kembar (Saudan)
📱 WA : 0897 6743 525.
️ Sdr. Riko
📱 WA : 0896 2086 3294.

Untuk Jamaah Yang Membawa Kendaraan Diharap Tertib Berlalu Lintas,Menggunakan Helm Dan Menjaga Nama Baik Majelis

🎥 Live Streaming
🔸FACEBOOK
*MAJELIS ASSHOFA NURUSSALIM*

📒 INFORMASI JADWAL & MENGUNDANG AL HABIB MUHAMMAD BIN UMAR AL ATTHOS:
☎️ Sdr. Kembar (Saudan)
📞 Telp : 0813 1530 7765
📱 WA : 0897 6743 525

🚌 INFORMASI ZIARAH WALI SONGO DAN MADURA SEKALIGUS MENGHADIRI HAUL AKBAR ALHABIB SHOLEH BIN MUCHSIN ALHAMID (TANGGUL):
☎️ Sdr. Kembar (Saudan)
📞 Telp : 0813 1530 7765
📱 WA : 0897 6743 525

FADHOLU SEBARKAN
╚•••• ════════════════ ••••╝

Kitab Arbain An Nawawi

Kutipan

Terjemah hadits

Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah Sholallahu A’laihi Wassalam bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya, maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak).

Kitab Arbain An Nawawi

Kutipan

Terjemah Hadits

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Sholallahu A’laihi Wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupka n padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginy a ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga.

(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :

  1. Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan ma khluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
  2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini unt uk memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau neraka, akan tetapi amal perbuatan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.
  3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).
  4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
  5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.
  6. Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.
  7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.

Kitab Arbain An Nawawi

Kutipan

Terjemah hadits

Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al Khottob radiallahuanhuma dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Sholallahu A’laihi Wassalam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.

(Riwayat Turmuzi dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :

  1. Rasulullah Sholallahu A’laihi Wasallam menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak diatas tiang-tiang yang mantap.
  2. Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian Muhammad SAW , merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya.
  3. Selalu menegakkan shalat dan menunaika nnya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
  4. Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.
  5. Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim.
  6. Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’.
  7. Nash diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits. Rasulullah Sholallahu A’laihi Wasallam bersabda: “ Iman itu terdapat tujuh puluh lebih cabang “
  8. Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal .

Kitab Arbain An Nawawi

Arti hadits

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Sholallahu A’laihi Wassalam , suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak pa danya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Sholallahu A’laihi Wassalam) seraya
berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Sholallahu A’laihi Wasallam :
“ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada ilah (tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “.
Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda
benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda:
“ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu
dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beri tahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah Sholallahu A’laihi Wasallam ) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)

Catatan :
• Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya
terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan .

• Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk
Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan
Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah Sholallahu A’laihi Wassalam

Pelajaran yang terdapat dalam hadits :

  1. Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.
  2. Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan me nangkap bahwa orang-orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang
    hadir dapat mengambil manfaat darinya.
  3. Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata:
    “Saya tidak tahu“, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.
  4. Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.
  5. Termasuk tanda hari kiamat adalah bany aknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya.
  6. Tidak disukainya mendirikan bangunan ya ng tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.
  7. Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.
  8. Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.

Kitab Arbain An Nawawi

Arti Hadits

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Sholallahu A’laihi Wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya.  Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas)berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Alla h dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.


(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi )

Catatan :

  1. Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam
    Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadi ts tentang niat ini mencakup sepertiga
    ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamb a terdiri dari perbuatan hati, lisan dan
    anggota badan, sedangkan niat merupakan sala h satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari
    Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh.
    Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.
  2. Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseor ang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah
    dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu
    Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal
    dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits :

  1. Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah
    tidak akan mendatangkan pahala kecuali be rdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
  2. Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
  3. Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata ka rena Allah ta’ala dituntut pada semua
    amal shaleh dan ibadah.
  4. Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
  5. Semua pebuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari
    keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.
  6. Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
  7. Hadits diatas menunjukkan ba hwa niat merupakan bagian dari iman karena dia
    merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah
    adalah membenarkan dalam hati, diucapka n dengan lisan dan diamalkan dengan
    perbuatan.